Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman atau tumbuhan. Pestisida nabati bisa dibuat secara sederhana yaitu dengan menggunakan hasil perasan, ekstrak, rendaman atau rebusan bagian tanaman baik berupa daun, batang, akar, umbi, biji ataupun buah. Berikut adalah beberapa cara membuat pestisida nabati:

1. Pestisida nabati daun pepaya.
Daun pepaya mengandung bahan aktif papain. Pestisida nabati daun pepaya efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.
Cara pembuatan:
- 1 kg daun pepaya segar dirajang
- hasil rajangan direndam dalam 10 liter air dan 2 sendok makan minyak tanah dan ditambah 30 gr deterjen selama semalam
- saring larutan hasil perendaman dengan kain halus
- semprotkan larutan hasil saringan ke per tanaman

2. Pestisida nabati biji jarak
Biji jarak mengandung reisin dan alkaloid. Pestisida nabati biji jarak dalam bentuk larutan efektif mengendalikan ulat dan hama penghisap. Sedangkan serbuknya efektif untuk mengendalikan nematoda (cacing).
Cara pembuatan:
- hancurkan tumbuk 0,75 biji jarak dan panaskan selama 10 menit dalam 2 liter air yang telah ditambah dengan 2 sendok makan minyak tanah dan 50 gr detergen, kemudian diaduk
- saring larutan hasil perendaman dan tambah dengan 10 liter air
- semprotkan larutan hasil penyaringan ke pertanaman.

3. Pestisida nabati daun sirsak
Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif untuk mengendalikan hama trip.
Cara membuat:
- tumbuk halus 50-100 lembar daun sirsak
- rendam dalam 5 liter air ditambah 15 gram detergen, aduk sampai rata, dan diamkan semalam
- saring larutan tersebut dengan kain halus
- encerkan tiap 1 lt larutan hasil penyaringan dengan 10-15 lt air
- semprotkan larutan hasil saringan ke pertanaman.

4. Pestisida nabati daun gamal.
Kandungan bahan aktif daun gamal adalah tanin. Ekstrak pestisida daun gamal efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.
Daun gamal dapat digunakan sebagai insektisida jika ditambah dengan minyak tanah dan detergen. Ekstrak daun gamal tanpa tambahan minyak tanah harus dilakukan dengan hati2. Penggunaan minyak tanah yang terlalu sering menyebabkan daun terbakar. Penggunaan minyak tanah mendekati saat panen dapat menimbulkan bau pada hasil pertanian.

Sumber:
Tabloid Sinar Tani. Jakarta.

Salah satu prinsip pengendalian, yaitu mencegah terjadinya kontak antara tanaman inang dengan patogen. Cara ini efektif untuk menekan angka kerusakan yang ditimbulkan oleh patogen.

Untuk cara – cara yang termasuk kedalam rinsip pengendalian dengan eksklusi antara lain adalah:

1. Menanam di areal yang bebas atau jauh dari sumber inokulum patogen;

2. Menggunakan bibit tanaman yang bebas patogen (steril);

3. Menutupi tanaman budidaagar tidak terjadi kontak dengan patogen;

4. Menggunakan tanaman perangkap (dipadukan dengan insip proteksi)

dan beberap cara kultur teknis.

Dengan demikian, sesuai dengan pepetah ” Lebih baik mencegah, daripada mengobati.”.

Komputer sebagaimana kita tahu dapat mempermudah semua kegiatan dan pekerjaan kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa komputer memang memegang peranan penting di abad yang serba canggih ini, tak terkecuali dalam bidang proteksi tanaman.

Di dalam perlindungan tanaman terpadu sangat tidak dianjurkan penggunaan pestisida yang berlebih, pestisida hanya dilakukan sebagai jalan terakhir dari pengendalian. Dengan danya penerapan komputer, kita dapat membuat suatu program yang didesain untuk menghasilkan suatu suara pada suatu frekuensi yang dapat mengusir hama pertanian seperti serangga dan tikus. Karena hama pertanian seperti serangga dan tikus mempunyai indera pendengaran yang sangat peka terhadap suara-suara yang didengar, sehingga kita dapat memanfaatkan hal tersebut untuk mengendalikan dan mengusir hama pertanian dari lahan kita.

Penerapan komputer juga berguna dalam membangun suatu jaringan informasi antar petani dan juga instansi terkait dapat berjalan cepat, walaupun jarak antara para petani tersebut sangat jauh bahkan melintasi benua.